Football5Star.net, Indonesia – Teka-teki mengenai masa depan Igor Tudor di Juventus akhirnya terjawab. Pelatih berumur 47 tahun itu dipastikan tetap menangani I Bianconeri pada musim depan. Hal itu dipastikan setelah kedua belah pihak menyepakati kontrak berdurasi 2 musim hingga 2027.
Dipercaya menangani Juventus sejak 23 Maret 2025 dengan menggantikan Thiago Motta. Dalam 9 pertandingan, I Bianconeri hanya menelan 1 kekalahan. Sisanya, 5 kali menang dan 3 kali seri. Raihan 18 poin itu membawa Manuel Locatelli cs. mampu finis di posisi ke-4 dan memastikan diri lolos ke Liga Champions musim depan.

“Sekarang sudah resmi: Tudor telah memperbarui kontraknya dengan Juventus. Pelatih Kroasia itu akan memimpin tim utama pria hingga 30 Juni 2027 dengan opsi perpanjangan setahun hingga 30 Juni 2028. Tantangan berikutnya dimulai musim panas ini ketika tim menuju Amerika Serikat untuk bermain di Piala Dunia Antarklub,” urai pernyataan Juventus seperti dikutip Football5Star.net dari laman resminya.
Lebih lanjut, dalam pernyataan resmi itu diungkapkan, “Antusiasme, Karisma, dan semangat Juventus. Tiga kata itu secara sempurna menggambarkan sosok Igor Tudor dari akhir Maret hingga hari ini, sejak dia menjadi pelatih Juventus dan mengingatkan kita seperti apa pelatih Kroasia ini pada masa mendatang.”

Tantangan Igor Tudor
Tantangan terbesar Igor Tudor tentu saja membawa Juventus untuk meramaikan perebutan Scudetto musim depan. Musim lalu, mereka tak bisa berbuat banyak dan sejak awal tercecer dari Inter Milan dan Napoli yang bersaing hingga akhir musim. Mereka bahkan sempat berada di luar zona Liga Champions.
Sebagai klub teras Italia, Juventus selalu membidik Scudetto. Tekanan kepada Tudor, khususnya pada musim depan, akan sangat besar. Pasalnya, I Bianconeri sudah cukup lama tak menjuarai Serie A. Kali terakhir mereka tampil sebagai kampiun pada 2019-20. Setelah itu, posisi terbaik mereka adalah ke-3 pada 2023-24.

Secara pribadi, merebut gelar juara adalah tantangan tersendiri bagi Tudor. Sepanjang kariernya sebagai pelatih, dia belum pernah meraih gelar juara liga. Hingga saat ini, satu-satunya trofi yang diraih adalah Piala Kroasia yang direbut saat menangani Hajduk Split pada musim 2012-13.
Tak pelak, kontrak hingga 2027 yang diberikan manajemen I Bianconeri tak ubahnya misi pembuktian diri bagi eks bek tengah timnas Kroasia itu. Apalagi, selain pada periode pertamanya di Hajduk Split, dia tak pernah bertahan hingga 2 musim penuh di sebuah klub. Dalam 4 musim terakhir, dia hanya 8 bulan di Hellas Verona, semusim di Olympique Marseille, dan cuma 3 bulan di Lazio.

Berita Bisnis Terbaru
klik bisnis, komunikasi bisnis, apa itu bisnis, ide bisnis rumahan, kereta bisnis, studi kelayakan bisnis, bisnis tanpa modal, jurusan manajemen bisnis, laptop bisnis terbaik, bisnis proposal, pengertian bisnis, contoh bisnis plan, peluang bisnis bisnis plan, mandiri internet bisnis login, bisnis modal kecil, contoh proposal bisnis, manajemen bisnis, proposal bisnis, etika bisnis, administrasi bisnis, bisnis

