Jose Mourinho Setelah Hajar Feyenoord: Ini Kebetulan Saja

Jose Mourinho Setelah Hajar Feyenoord: Ini Kebetulan Saja

Football5Star.net, Indonesia – Jose Mourinho sangat senang setelah Fenerbahce melakukan comeback pada leg II kualifikasi III Liga Champions, Rabu (13/8/2025) dini hari WIB. Di kandang sendiri, Sari Kanaryalar menang 5-2 atas Feyenoord dan melaju ke babak play-off dengan kemenangan agregat 6-4.

Kemenangan tersebut membuktikan koar-koar Mourinho yang menyebut Istanbul adalah neraka. Selepas laga, dia kembali menyebut hal tersebut. Namun, nadanya berbeda. Dia mengaku dirinya dinaungi keberuntungan dan sebuah kebetulan saat menghadapi Feyenoord. Timnya selalu kalah di Rotterdam, tapi selalu menang kala bertindak sebagai tuan rumah.

Fenerbahce meneruskan rekor unik Jose Mourinho atas Feyenoord.
Getty Images

“Saya dapat mengatakan ini soal Feyenoord. Ini benar-benar sebuah kebetulan. Saya tak pernah menang saat bermain di Rotterdam. Satu-satunya kemenangan afdalah di Piala Winners 1997 saat Barcelona melawan Paris Saint-Germain. Namun, saya tak pernah menang di sana sebagai pelatih klub,” urai Jose Mourinho seperti dikutip Football5Star.net dari laman resmi klub.

The Special One menambahkan, “Saya tak menang bersama Manchester United, (AS) Roma, dan Fenerbahce di Rotterdam. Namun, saya memenangi leg II dan melaju. Saya juga mengalahkan mereka pada final Conference League. Namun, saya pikir rekor melawan mereka ini sebagai sebuah kebetulan.”

Promo ngopihangat 1

Tantangan Jose Mourinho

Hal lain yang membuat Jose Mourinho merasa sangat beruntung adalah kondisi skuad dan para fan Fenerbahce yang tak seperti musim lalu. Ketika itu, mereka gagal lolos dari kualifikasi III Liga Champions karena kalah agregat 2-3 dari Lille OSC gara-gara hanya imbang 1-1 lewat perpanjangan waktu pada leg II di kandang sendiri.

“Dibanding musim lalu, faktor penentu hari ini adalah para fan kami. Ketika tertinggal 0-1, skor (agregat) jadi 1-3. Jika ini terjadi musim lalu, kejadiannya akan sangat berbeda. Situasi para pemain pun berbeda. Ketika skor jadi 1-3, justru ada sikap positif di lapangan. Inilah pembeda dari musim lalu,” ujar pelatih asal Portugal itu.

Jose Mourinho memberikan instruksi kepada para pemain Fenerbahce.
Getty Images

Kini, Mourinho menatap tantangan berikutnya, yakni menghadapi Benfica yang lolos berkat kemenangan agregat 4-0 atas OGC Nice. Patut dicatat, dia sudah 5 musim tak menangani tim di Liga Champions. Eks pelatih AS Roma itu mengakui hal tersebut. Dia tahu betul kualitas Benfica. Namun, dia tetap optimistis.

“Babak play-off tidak akan mudah, tapi saya kira Benfica pun tidaklah senang. Mereka mungkin lebih memilih menghadapi Feyenoord pada babak ini karena tahu kami lebih kuat dan ini tidak akan mudah. Kami siap. Kami menginginkan itu. Para fan kami menginginkannya,” ucap pelatih yang sudah 2 kali menjuarai Liga Champions tersebut.

Promo ngopihangat 1



Berita Bisnis Terbaru


klik bisnis, komunikasi bisnis, apa itu bisnis, ide bisnis rumahan, kereta bisnis, studi kelayakan bisnis, bisnis tanpa modal, jurusan manajemen bisnis, laptop bisnis terbaik, bisnis proposal, pengertian bisnis, contoh bisnis plan, peluang bisnis bisnis plan, mandiri internet bisnis login, bisnis modal kecil, contoh proposal bisnis, manajemen bisnis, proposal bisnis, etika bisnis, administrasi bisnis, bisnis

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *