Pelatih Manila Digger Cuma Bisa Berandai-andai

Pelatih Manila Digger Cuma Bisa Berandai-andai

Football5Star.net, Indonesia – Manila Digger menelan kekalahan 1-2 dari Persib Bandung dalam laga play-off AFC Champions League 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (13/8/2025). Selepas laga, Li Haijun mengakui keunggulan tuan rumah. Namun, dia juga menilai timnya bisa saja menuai hasil berbeda. Sayangnya, mereka kehilangan momentum.

Secara khusus, Haijun menyoroti peluang-peluang yang didapatkan Digger pada awal-awal pertandingan. Peluang yang paling disesali adalah kegagalan Saikou Ceesay menceploskan bola saat tinggal berhadap-hadapan dengan kiper Teja Paku Alam pada menit ke-22. Menerima umpan terobosan dan berlari di antara dua pemain belakang Persib, tendangannya melenceng ke sisi kanan tiang gawang.

Penyesalan Saikou Ceesay setelah gagal menjebol gawang Persib.

Kegagalan mencetak gol pada menit-menit awal karena penyelesaian akhir yang buruk dan ketangguhan Teja sangat disesalkan Hiajun. Dia yakin, timnya bisa saja pulang dengan kemenangan dan melenggang ke fase grup AFC Champions League 2. “Jika saja kami bisa mencetak gol di 15 menit awal, mungkin hasilnya akan berbeda,” ujar dia seperti dikutip Football5Star.net dari konferensi pers pascalaga.

Pelatih asal Cina yang baru menangani Manila Digger itu lantas membeberkan perbedaan timnya dengan Persib Bandung. “Mereka memiliki strategi yang bagus dan sudah berpengalaman bermain di Asia. Sedangkan kami menggunakan gaya permainan berbeda, kadang masih melakukan umpan panjang dan untuk menciptakan peluang,” kata dia.

Promo ngopihangat 1

Fokus Manila Digger

Kekalahan dari Persib Bandung membuat Manila Digger hanya bisa berkiprah di AFC Challenge League, sama dengan runner-up Liga 1 musim lalu, Dewa United. Li Haijun berharap laga melawan Maung Bandung bisa menjadi bekal pengalaman yang bagus bagi mereka dalam mengarungi kasta III di kompetisi antarklub Asia itu.

“Ini pertandingan yang bagus dan kami banyak belajar dari Persib soal skill, operan, dan strategi yang mereka terapkan. Kami masih harus berlatih karena tidak cukup banyak pemain yang berpengalaman bermain di pertandingan AFC. Ini partai pertama kami (di Asia) dan mendapat hasil positif melawan lawan kuat tentu saja sulit,” urai Haijun. “Kami juga punya banyak pemain baru.”

Kegembiraan para pemain Manila Digger setelah menyamakan skor jadi 1-1.
the-afc.com

Pelatih berumur 47 tahun itu kemudian mengungkapkan, “Tapi, masih ada waktu untuk berbenah, bagaimana bisa mengendalikan situasi setelah mampu menyamakan kedudukan. Mungkin kami terlalu terburu-buru dalam bermain dan harus lebih seimbang dalam menyerang dan bertahan. Kami harus belajar lagi untuk di AFC Challenge League.”

Manila Digger bersama 11 tim lain akan bersaing di Wilayah Timur. Mereka akan menanti pembagian grup yang akan berlangsung pada 28 Agustus mendatang. Setelah itu, setiap tim punya waktu 2 bulan untuk mempersiapkan diri karena matchday I fase grup akan berlangsung pada 26 Oktober 2025.

Promo ngopihangat 1



Berita Bisnis Terbaru


klik bisnis, komunikasi bisnis, apa itu bisnis, ide bisnis rumahan, kereta bisnis, studi kelayakan bisnis, bisnis tanpa modal, jurusan manajemen bisnis, laptop bisnis terbaik, bisnis proposal, pengertian bisnis, contoh bisnis plan, peluang bisnis bisnis plan, mandiri internet bisnis login, bisnis modal kecil, contoh proposal bisnis, manajemen bisnis, proposal bisnis, etika bisnis, administrasi bisnis, bisnis

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *