Football5Star.net, Indonesia – Hasil final DFB Pokal yang membuat Bayer Leverkusen merebut double winners jadi berkah tersendiri bagi VfB Stuttgart. Sebagai runner-up Bundesliga 2023-24, Die Schwaben berhak tampil di Piala Super Jerman 2024 dengan menghadapi Die Werkself.
Akan tetapi, kini ada kekecewaan yang dilontarkan kubu Stuttgart. Pasalnya, pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2024 dini hari WIB tersebut akan digelar di Stadion BayArena, kandang Leverkusen. DFL sudah memutuskan hal itu pada Kamis (6/6/2024).

“Putusan Komite Eksekutif DFL tak menggelar Piala Super di salah satu stadion paling modern di Jerman dengan dua kali kapasitas yang mencapai 60.000 tempat duduk sehingga kompetisi terakses lebih banyak fan tak bisa dipahami dalam pandangan kami,” kata CEO VfB Stuttgart, Alexander Wehrle, seperti dikutip Football5Star.net dari Sport1.
Wehrle merujuk pada Stadion MHPArena, kandang Stuttgart, yang berkapasitas 60.000 penonton. Sementara itu, BayArena milik Leverkusen hanya menampung 30.000 penonton. Dalam pandangannya, akan jauh lebih baik dan menguntungkan bila pertandingan Piala Super Jerman 2024 digelar di MHPArena.

Trauma VfB Stuttgart
Alasan yang diungkapkan CEO VfB Stuttgart memang masuk akal. Namun, bisa jadi ada sebab lain. Salah satunya kemungkinan Die Schwaben trauma berlaga di Stadion BayArena. Pasalnya, dua lawatan terakhir ke sana memang selalu berakhir dramatis, bahkan traumatis.
Pada 6 Februari lalu, tim asuhan Sebastian Hoeness takluk 2-3 pada perempat final DFB Pokal gara-gara gol Jonathan Tah tepat saat memasuki menit ke-90. Lalu, pada 27 April, Serhou Guarissy cs. hampir jadi tim pertama yang mengalahkan Leverkusen. Namun, mereka harus puas dengan hasil 2-2 karena gol Robert Andrich pada injury time.

Bila ditarik ke belakang, Stuttgart memang tak menang dalam 7 lawatan ke BayArena. Namun, terlalu naif juga bila menuding mereka trauma berlaga di kandang Leverkusen. Pasalnya, di kandang sendiri, mereka bahkan tak menang dalam 12 kesempatan terakhir menjamu Die Werkself.
Terlepas dari hal itu, pertemuan Leverkusen dengan Stuttgart adalah yang pertama pada ajang Piala Super Jerman. Bagi kedua klub pun, ini hanyalah kesempatan kedua. Bedanya, pada 1992, Stuttgart tampil sebagai juara dengan mengalahkan Hannover 96. Sementara itu, Leverkusen setahun kemudian kalah adu penalti dari Werder Bremen.
Berita Bisnis Terbaru
klik bisnis, komunikasi bisnis, apa itu bisnis, ide bisnis rumahan, kereta bisnis, studi kelayakan bisnis, bisnis tanpa modal, jurusan manajemen bisnis, laptop bisnis terbaik, bisnis proposal, pengertian bisnis, contoh bisnis plan, peluang bisnis bisnis plan, mandiri internet bisnis login, bisnis modal kecil, contoh proposal bisnis, manajemen bisnis, proposal bisnis, etika bisnis, administrasi bisnis, bisnis

